Blog Tiwie



Pendapat Tentang Hasil Survei Litbang Kompas

Pendapat Tentang Hasil Survei Litbang Kompas Tanggal 28 – 29 Mei Tentang Pancasila

(Kompas, 1 Juni 2008, Rubrik Barometer)

Membaca tulisan diatas sejenak saya tertegun dan juga terhenyak, bagaimana tidak dalam keadaan negara yang serba susah dan nyaris pemerintah tidak dipercaya tetapi ternyata masih ada kelompok masyarakat yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme, tak tanggung – tanggung bicara tentang Pancasila. Hal ini membuat saya sekaligus memiliki rasa bangga dan lega serta penuh percaya diri bahwa bangsa Indonesia masih sadar akan dasar negara tercinta, yaitu Pancasila seperti yang sering kita nyanyikan dulu waktu SD apabila sekolah hampir usai : ♫….. Pancasila Dasar Negara……♫

Tapi apa dinyana hasil survei malah juga membuat saya miris, sedih dan nyaris putus asa, betapa tidak, hasil surveinya seperti ini :

1. Responden dibagi dalam 3 kelompok umur :

a. Kelompok umur 17- 29 tahun

b. Kelompok umur 30-45 tahun

c. > 46 tahun

2. Pertanyaan : “Dapatkah anda menyebutkan kelima sila Pancasila ?

3. Jawaban

No

Jawaban

Kelompok Umur

17 – 29 Tahun

30 – 45 Tahun

> 46 Tahun

1.

Menyebutkan kelima sila Pancasila dengan lengkap dan benar.

2.

Menyebutkan dengan salah atau tidak lengkap

47,3%

54,0%

27,6%

3.

Menolak untuk menyebutkan

4,3%

3,3%

11,8%

Dari angka – angka diatas menunjukkan sebagai berikut :

Paling banyak menyebutkan dengan lengkap dan benar tertinggi pada kelompok umur 30 – 45 tahun yaitu : 54,0%.

Paling banyak menyebutkan dengan salah atau tidak lengkap tertinggi pada kalangan umur > 46 tahun yaitu 60,6%.

Menolak untuk menyebutkan tertinggi pada kalangan umur >46 tahun yaitu 11,8 %.

Analisa terhadap angka – angka tersebut diatas bahwa :

Kelompok umur > 46 tahun sudah mulai malas untuk mengingat kembali masa kejayaan Pancasila, sebagaimana dialami pada era tahun 70 – 90-an, bahkan mungkin mulai melupakan Pancasila, ini terbukti tertinggi (11,8%) mereka yang menolak untuk menyebutkan. Pada kelompok ini mungkin mereka menganggap Pancasila bukan lagi sebagai sesuatu yang sakral dan sakti untuk meletakkan dasar negara. Atau ada pikiran lain yang lebih sehat bahwa pada kelompok ini daya ingat seorang seusia dengan umur turut berkurang pula.

Kelompok umur 30 45 tahun merupakan kelompok muda yang masih memiliki idealisme dan cita – cita mereka masih punya keyakinan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak bisa diganggu gugat. Mereka juga kelompok yang masih sempat menikmati masa kejayaan Pancasila terutama mereka yang pernah mengikuti penataran P4. Dan kalau ingin masih memiliki daya ingat y ang tinggi sehingga dapat menyebutkan dengan benar dan lengkap.

Last but not least seperti yang tertulis dalam rubrik tersebut bahwa hasil survei ini tidak mewakili prilaku masyarakat, namun bagi saya cukup mengelitik dan punya harapan Pancasila kembali sebagai falsafah negara yang menjadi tuntunan, pegangan bangsa Iondonesia sehingga NKRI serta kesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia dapat terwujud kembali. Semoga….


Leave a Comment

(required)

(required)



Formatting your comment
Back to Top | Textarea: Larger | Smaller